
Kolaka | Melalui prosesi adat yang dipimpin Tolea Pabitara (Peko), Amran secara resmi mengantikan Gupira sebagai Puusara atau Puu Nggukua di Majelis Kerajaan Mekongga (MKM), sekaligus menjadi pelaksana Bokeo Mekongga ke-XX.
Amran yang juga merupakan cucu buyut dari Wasasi-Wasebanggali, ditunjuk berdasarkan hasil musyawarah keluarga. Prosesi serah terima jabatan Puusara ini dilakukan di rumah Tamalaki/Tamalanggai (Maludin) di Kelurahan Kowioha, Kecamatan Wundulako. Selasa, (18/11/2025) disaksikan perangkat MKM.
“Setelah YM Amran ditetapkan sebagai Puusara, otomatis dia menjabat sebagai Pelaksana Bokeo sampai Bokeo XX hasil musyawarah penunjukan yakni YM Firman Guro dilantik/dikukuhkan dan pengambilan sumpah (pinatonggo ronga tinodeha),” kata Kapita (Panglima Perang dan Menteri urusan kemakmuran rakyat) MKM Hasdin Al Juddawie.
Menurut Hasdin, YM Gupira diganti karena mengundurkan diri, sehingga dilakukan pergantian supaya tidak terjadi kekosongan jabatan, apalagi yang menjabat di MKM itu merupakan trah atau darah nenek moyang yang menduduki jabatan sejak kerajaan Mekongga berdiri.
“Jadi yang menjabat di MKM itu merupakan darah keturunan para pendahulu, seperti Sapati itu tidak bisa dijabat yang bukan darah keturunan mereka begitupun perangkat kerajaan lainnya, itu diduduki anak cucu mereka dan itu tidak ada masa baktinya, tapi sampai dia meninggal dan diganti keluarganya yang lain. Beda dengan organisasi,” ungkapnya.








